Press Release Electronics Design Contest 2014

Sebagai salah satu negara dengan jumlah populasi penduduknya lebih dari 230 juta (urutan 4 dunia), Indonesia mempunyai potensi sumber daya manusia (SDM) dan pasar yang besar. Pada tahun ini Indonesia menduduki peringkat 10 negara dengan GDP tertinggi dan diprediksi pada tahun 2030 akan naik ke peringkat 7 mengalahkan Jerman dan Inggris. Salah satu yang mendorong terwujudnya prediksi tersebut adalah peran industri dalam negeri. Sampai saat ini, industri dalam negeri belum efektif menyerap pasar perangkat elektronika termasuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu besar, mencapai lebih dari 350 Triliun.

Salah satu kendala utama atas fenomena tersebut adalah kurangnya SDM ahli dalam bidang desain komponen dan produk. Sebagai aksi nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Institut Teknologi Bandung bekerja sama dengan Pusat Mikroelektronika ITB dan IEEE SSCS Indonesia Chapter mengadakan Electronics Design Contest yang terdiri dari kontes desain elektronika, seminar, dan pameran.

Maksud diadakannya kegiatan Electronis Design Contest ini adalah untuk mendorong dan mempercepat tumbuhnya SDM ahli di bidang desain produk elektronika yang siap diserap oleh industri terkait. Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi
  2. Menerapkan ilmu dan pengetahui pada pengembangan produk
  3. Mempelajari teknologi canggih yang terkini

Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “Toward Green dan Secure Technology”. Sedangkan kategori dan topik untuk kontes desain elektronika adalah :

  1. VLSI (topik: Perkalian Modular Untuk Enkripsi RSA 2048 bit)
  2. Embedded System (topik: Sistem Pengendali Lampu LED Berbasis Android)

Jumlah peserta kontes desain elektronika yang mengirimkan rancangannya berjumlah 34. Untuk kategori I VLSI Design sejumlah 7 rancangan dan Kategori II Embedded System sejumlah 27 rancangan. Adapun peserta kontes desain elektronika ini berasal dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Lampung,dan Universitas Gajah Mada. Hari ini telah hadir lima finalis dari masing-masing kategori yang akan mempresentasikan hasil rancangannya. Hasil dari penjurian babak final tersebut adalah sebagai berikut:

Juara Kategori VLSI:

  1. Hardware Implementation of Montgomery Modular Multiplication Algorithm Using Iterative Architecture (Antonius Perdana Renardy, Ashbir Aviat Fadila, Naufal Shidqi), Institut Teknologi Bandung
  2. Implementation of 2048-bit RSA Modified Serial Montgomery Modular Multiplication without Transformation for A094358 Modulo Sequence in Field Programmable Grid Array (Bagus Hanindhito, Hafez Hogantara, Annisa Istiqomah Arrahmah), Institut Teknologi Bandung
  3. Pipelined RSA Modular Multiplication with Redundant Binary Multiplication Algorithm (Wisnu Wijayanto, Abelio Juniar, Richard Dharmadi), Institut Teknologi Bandung

 Juara Kategori Embedded System:

  1. SimpLED, Pencahayaan Cerdas dan Sederhana (Alvin Nurhadi Wijaya, Aji Setyawan, Steve), Institut Teknologi Bandung
  2. Sistem Kendali Lampu Panggung Model Parabolic Aluminized Reflector (PAR) Berbasis Android (Indra Hadi Setiadi, Angga Anggara, Anggi Puspita), Universitas Komputer Indonesia
  3. Pengaturan cahaya untuk metode tanam Hidroponik menggunakan perangkat Android dan Arduino (Novitiyono Wisnu Hadita, Rizki Alandani, Muhaqiqin), Universitas Lampung

Puncak acara Electronics Design Contest 2014 menghadirkan pembicara dari kalangan akademis dan industri yang terkait dengan teknologi. Pembicara pertama adalah Khoirul Anwar, Asisten Profesor di JAIST, Jepang yang merupakan salah satu penemu teknologi 4G. Pembicara kedua adalah Sylvia W. Sumarlin yang merupakan CEO PT. Xirka Silicon Technology, perusahaan pioneer yang bergerak di bidang desain IC terutama IC smart card. Sedangkan pembicara ketiga adalah Sam Ali, Chairman PT. TSM Technologies, perusahaan pioneer di bidang desain handphone berteknologi 4G. Seminar ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perkembangan penelitian dan industri berbasis teknologi dan meyakinkan pemerintah bahwa SDM lokal mampu mengembangkan teknologi tinggi.

IMG_7251
Pembicara Seminar EDC 2014

Pada kesempatan kali ini juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pusat Mikroelektronika (PME) ITB dengan beberapa industri lokal berbasis teknologi. PME ITB bekerja sama dengan PT. Xirka Silicon Technology untuk mengembangkan berbagai jenis IC terutama simcard, NFC, dan IC smart card untuk berbagai aplikasi seperti payment, loyalty card, ID card, banking,telekomunikasi, dll. Kerja sama dengan PT. TSM Technologies akan fokus pada pengembangan desain dan pengembangan smartphone dan modem dalam negeri untuk mendukung industri terminal telekomunikasi (CPE). Sedangkan kerja sama dengan PT. Len Industri berfokus pada pengembangan perangkat teknologi 4G LTE terutama pada sisi base station. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan peran industri dalam negeri dalam membuat produk dengan tingkat kandungan lokal tinggi yang mampu bersaing dengan produk luar negeri.

IMG_7203
Penandatangan MoU antara PME ITB, PT Len, Xirka, dan TSM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top