Prof. Trio Adiono Kembangkan Industri Design House Chip Pertama di Indonesia

Industri elektronika merupakan salah satu sektor industri dengan nilai ekspor terbesar. Di negara maju, kontribusi sektor industri elektronika pada GDP sangat signifikan. Namun demikian, Indonesia belum mandiri dalam komponen elektronika. Hal inilah yang mendorong Prof. Trio Adiono, ST., MT., Ph.D untuk mengembangkan industri design house pertama di Indonesia.

Tertarik Elektronika Sejak Kecil
Saat diwawancarai oleh reporter humas ITB pada Senin (19/8/2019) di Pusat Elektronika ITB, Gedung PAU lantai 4 ITB Kampus Ganesha, Prof. Trio Adiono sangat antusias menguraikan perjalanan dan pengalamannya mengembangkan mikroelektronika di Indonesia. Dimulai sejak 1994 di ITB, penelitian tugas akhir serta tesis yang ia kerjakan mengusung topik desain chip dan prosesor. Ia selanjutnya mendalami mikroelektronika lebih lanjut di Tokyo Institute of Technology pada jenjang S3. Setelah menyelesaikan program doktor dan post-doctoral, ia bekerja di perusahaan design house chip di Jepang.
Berbekal pengalaman yang telah ditekuni, ia pun memutuskan kembali ke Indonesia untuk merealisasikan keinginan membangun industri elektronika di Indonesia.

 

Industri Design House Chip Pertama 
Keinginan kuat untuk mengembangkan produk teknologi tinggi akhirnya dapat terealisasi. Indonesia yang selama ini hanya berperan sebagai “tukang jahit” dalam dunia mikroelektronika, akhirnya dapat menjadi desaner sendiri. Industri yang dikembangkan oleh Prof. Trio Adiono akhirnya membuat Indonesia mampu mendesain chip di dalam negeri.
Beberapa produk yang telah dihasilkan yakni 4G/WiMax, smart card, dan chip IoT. Produk smart card yang dikembangkan telah digunakan di beberapa universitas seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Hassanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Telkom dan Universitas Riau.

 

Tantangan Industri Elektronika
Menurut Prof. Trio Adiono, kesulitan utama dalam membangun industri design house chip adalah pemasaran. Fakta yang dihadapi, produk-produk Indonesia yang dijual dalam negeri justru mengalami kesulitan dalam penjualan.
“Tantangan dalam industri hi-tech di Indonesia, apabila tidak ada campur tangan regulator maka akan cukup sulit. Hal ini dikarenakan kita head-to-head dengan perusahaan-perusahaan besar skala internasional. Mereka memiliki efisiensi kerja besar sehingga bisa menjual dengan harga lebih murah, hal ini yang menjadi tantangan bagi kita,” jelas Prof. Trio Adiono.
Ditanya mengenai harapan, Prof. Trio Adiono menjelaskan, “Semoga ada produk yang telah diterima masyarakat Indonesia, menjadi booming, banyak bermanfaat dan digunakan masyarakat karena kebutuhan. Sehingga dapat menarik industri-industri lainnya agar dapat berkembang di Indonesia”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top